3 Syarat Utama Menjadi Eksportir

Sekarang mau sukses menjalankan bisnis sebaiknya jangan mengincar pasar dalam negeri saja tetapi incar pasar negeri juga. Meskipun usaha yang dijalankan itu usaha mikro kalau pasarnya sudah luas pasti akan menjadi besar. Jika memang ingin mencoba menjual produk di luar negeri maka harus bisa menjadi eksportir sebab kalau belum dapat menjadi eksportir maka sulit untuk mengekspor barang. Untuk jadi eksportir itu ada syaratnya dan syarat tersebut akan diulas lengkap di bawah ini.

Syarat Wajib Untuk Jadi Eksportir

Pemerintah Indonesia saat ini sudah menyediakan banyak sekali fasilitas yang bisa membantu pelaku bisnis kecil maupun yang besar. Fasilitas pemerintah ini akan membantu proses ekspor barang yang dilakukan pelaku bisnis jadi kalau ada konsumen dari luar bisa langsung gunakan fasilitas tersebut. Untuk bisa melakukan kegiatan ekspor tersebut, pelaku bisnis harus bisa memenuhi beberapa persyaratan yang diajukan pemerintah. Untuk tahu apa saja syaratnya berikut penjelasannya.

  • Mempunyai Izin Usaha

Agar bisa bebas ekspor barang harus punya izin usaha terlebih dahulu, yang harusnya punya surat ini bukan saja perusahaan besar tetapi usaha kecil juga harus punya kalau ingin ekspor barang. Jika memang belum punya surat izin tersebut bisa buat dulu secara online. Ada beberapa jenis surat izin yang harusnya dimiliki, pertama adalah SIUP atau Surat Izin Usaha Perdagangan. Kedua adalah NIB atau Nomor Induk Berusaha dan ketiga adalah NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak. Ketiga jenis surat tersebut harus dimiliki pebisnis jika mau lancar proses ekspornya.

  • Barang Ekspor Harus Sesuai Ketentuan

Setelah bisa mendapatkan surat izin maka pebisnis perlu tahu dulu barang apa saja yang bisa dan tidak bisa diekspor, semua barang jualan pebisnis harus bisa memenuhi ketentuan barang ekspor. Ada tiga kategori barang ekspor, pertama barang bebas ekspor seperti pakaian, hasil perkebunan dan kerajinan tangan. Kedua barang yang dibatasi seperti barang mahal dan langka dan ketiga adalah barang yang tidak boleh diekspor seperti obat terlarang.

  • Melengkapi Dokumen Ekspor

Mengirimkan barang di dalam negeri itu butuh dokumen dan dokumen ini juga akan diperlukan kalau mengirimkan barang antar negara. Untuk dokumennya sendiri juga lebih banyak jumlahnya seperti packing list, invoice, PEB atau Pemberitahuan Ekspor Barang, surat izin ekspor dan juga BL atau Bill of Landing. Selain dokumen tadi ada juga dokumen lainnya yang perlu dipersiapkan seperti Airway Bill atau AWB. Dokumen ini dibutuhkan kalau pengirimannya bukan lewat jalur darat tetapi lewat jalur udara.

Prosedur Kepabeanan Ekspor Di Indonesia

Untuk bisa mengekspor barang maka harus tahu dulu apa prosedur Kepabeanan, sebab kalau sampai tidak paham nantinya yang sulit pelaku bisnis sendiri. Kalau mau tahu prosedurnya seperti apa bacalah penjelasan berikut ini.

  • Pebisnis harus melaporkan barang yang diekspor ke kantor Bea Cukai dan mengisi PEB.
  • PEB yang sudah diisi lengkap harus diajukan kurang dari 7 hari sebelum tanggal ekspor.
  • Lakukan pembayaran pajak kalau barang ekspor itu dikenali pajak. Penyerahan PEB bisa langsung dilakukan eksportir.
  • Setelah itu barulah dilakukan pemeriksaan fisik dan juga dokumen ekspor.
  • Barang yang sudah disetujui akan dimasukkan ke kapal induk.

Kalau baru akan mengirimkan barang ekspor dan tidak tahu apa saja prosedurnya yang benar maka bisa kunjungi saja ke kantor bea cukai atau bisa juga minta bantuan jasa ekspor saja. Saat ini jasa tersebut sudah banyak jadi tidak susah mencarinya.